68 Desa Rawan Kurang Air Bersih

68 Desa Rawan Kurang Air Bersih
DROPING: Mobil tangki BPBD Kabupaten Purworejo menyalurkan air bersih ke salah satu desa di Kabupaten Purworejo kemarin (12/9). (BUDI AGUNG/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Sebanyak 68 desa dan kelurahan dari 12 kecamatan di Kabupaten Purworejo masuk dalam kategori rawan kekurangan air selama puncak musim kemarau. Pemkab Purworejo siap melakukan pengiriman air bersih.

Hal tersebut merujuk surat keputusan Bupati Purworejo Agus Bastian. Yakni, penetapan didasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 160.18/394/2021 yang diterbitkan awal September lalu.

Surat keputusan tersebut didasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Lembaga ini menyebutkan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga Oktober 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo selaku penanggung jawab masalah kebencanaan langsung bergerak. BPBD mengambil beberapa langkah antisipasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Budi Wibowo mengungkapkan, ada sejumlah desa di beberapa kecamatan yang menjadi langganan kekeringan. Seluruh wilayah itu sudah diminta sejak awal untuk menyajikan data guna keperluan penyaluran air bersih.

“Kondisi yang ada saat ini sebenarnya tidak terlalu ekstrem dibandingkan dengan musim kemarau sebelumnya. Tapi, kami sudah siapkan langkah jika terjadi kekeringan atau masyarakat membutuhkan air bersih,” kata Budi kemarin (12/9).

Diungkapkan, wilayah terdampak biasanya berada di kawasan yang memiliki topografi pegunungan atau perbukitan. Kemungkinan terjadinya kelangkaan air bersih di kawasan-kawasan tersebut sangat tinggi.

“Munculnya SK ini menjadi dasar kami untuk mempersiapkan segala sesuatunya jika kekeringan terjadi,” ungkap Budi.

Budi menyebutkan tercatat ada 68 desa dan kelurahan dari 12 kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Bagelen (7 desa), Kecamatan Banyuurip (10 desa), Kecamatan Bener (13 desa), dan Kecamatan Gebang (5 desa). Selain itu, Kecamatan Pituruh (11 desa), Keamatan Kaligesing (11 desa), Kecamatan Loano (1 desa), Kecamatan Kemiri (2 desa), Kecamatan Purworejo (13 desa), Kecamatan Grabag (3 desa), Kecamatan Bayan (1 desa), dan Kecamatan Purwodadi (1 desa).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logsistik BPBD Kabupaten Purworejo Khusairi mengatakan, BPBD sudah melakukan droping air ke daerah-daerah yang terdampak. Droping itu diberikan setelah pemerintah desa/kelurahan melakukan komunikasi untuk meminta bantuan pengiriman air bersih ke desa.

“Sudah ada beberapa desa yang minta dikirimi air bersih. Kita berharap pasokan ini tidak terlalu lama, karena sebagian wilayah sudah mulai turun hujan,” kata Khusairi. (udi/amd)

Lainnya