Belum Sesuai Target, Kurang Rapi

Belum Sesuai Target, Kurang Rapi
PENGAWASAN: Anggota DPRD Kabupaten Purworejo meninjau pembangunan gedung Puskemas Pituruh di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, kemarin (27/9). (Budi agung/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Progres pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Pituruh senilai belum sesuai harapan dari target yang dicanangkan. Selain itu, bangunannya kurang rapi.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Purworejo Rokhman saat melakukan pengawasan dalam daerah proyek kegiatan pembanguan yang berada di belakang kantor Kecamatan Pituruh tersebut kemarin (27/9). Ada pula sejumlah anggota dewan lainnya. Yakni, Tunaryo, Ign Yudha Gunawan, Jaka Hartana, Nur Hidayat Pramudyanto, Erwin, dan Berliando Zulfikar.
Para wakil rakyat tersebut ditemui staf PT Putra Karya Salimindo Husein. Tampak pula sejumlah pekerja.

Rokhman meminta pelaksana mempercepat pembangunan. Permintaan diajukan mengingat waktu penyelesaian yang terbatas. Yakni, rampung akhir November mendatang.

Sempat muncul beda pendapat antara Rokhman dan pelaksana terkait persentase progres pembangunan gedung dengan anggaran sebesar Rp 6,4 miliar ini. Pelaksana menyatakan pembangunan sudah berlangsung selama sekitar lima puluh hari dengan capaian sekitar 50 persen.

Rokhman memiliki pendapat berbeda. Menurutnya, progres pembangunan puskesmas ini masih sekitar 30 persen.

“Melihat dari pekerjaan yang ada, ini masih sekitar 30 persen. Penanganannya masih kurang rapi,” tandas Rokhman.

Rokhman menekankan penyelesaian harus diutamakan mengingat sebentar lagi memasuki musim hujan. Padahal, tahap pembangunan belum menyentuh bagian atas.

“Sebentar lagi sudah masuk musim hujan. Sementara fokus kegiatan masih di bagian bawah. Kami melihat juga, untuk pekerjaan pengecoran menggunakan manual, menggunakan molen. Apakah ini bisa mengejar (target waktu penyelesaian)?” paparnya.

Rokhman menegaskan pembangunan gedung Puskesmas Piyuruh harus selesai tepat waktu sehingga bisa segera dimanfaatkan. Dewan tidak ingin terjadi terlambatnya pembangunan sehingga pelaksana dikenakan penalti.

“Jangan sampai terulang kasus serupa, di mana pekerjaan tidak selesai. Makanya, pengerjaan harus benar-benar diperhatikan,” ungkapnya.

Dia juga menyebut jika pihaknya akan kembali melakukan pengawasan lagi ke proyek ini. Dia berharap progres sudah sesuai target dalam kunjungan selanjutnya.

Sementara itu, Husein mengungkapkan, ada beberapa kendala untuk pembangunan proyek tersebut. Terutama, tidak ada akses jalan untuk mengangkut material beton ke lokasi pembangunan.

“Akses jalan yang ada masih jalan lingkungan. Kami tidak mungkin memasukkan ready mix ke tempat ini karena jalan bisa rusak. Makanya, proses pembuatan cor dan adukan menggunakan tenaga manual berupa molen,” jelas Husein.

Dia menyatakan siap menindaklanjuti beberapa temuan yang disampaikan anggota dewan. Dia optimsitis proyek itu bisa selesai sesuai jadwal. (udi/amd)

Lainnya