Komunikasi Tersumbat sejak 2015

Komunikasi Tersumbat sejak 2015
SILATURAHMI: Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen berdialog dengan warga penolak tambang dalam kunjungannya ke Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Sabtu (19/2). (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Saluran komunikasi warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo khususnya warga penolak tambang andesit penyusun Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener dengan pemerintah tersumbat. Sumbatan komunikasi itu sudah terjadi sejak tahun 2015 silam.

Pernyataan itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen atau yang lebih akrab disapa Gus Yasin saat berkunjung ke Desa Wadas, Sabtu (19/2). “Kami tadi bersilaturahmi dengan warga Desa Wadas. Melihat kondisinya, Alhamdulillah masyarakat sudah mulai aktifitas lagi. Sudah kondusif dan saya kaget, kawan-kawan warga Wadas datang antusias menemui kami,” ucapnya.

Menurutnya, apa yang dibutuhkan warga Wadas sudah didengar, Kebutuhan yang paling utama yakni komunikasi yang baik dengan pemerintah dan aparatur. Pertemuan-pertemuan dari unsur pemerintah sudah dilakukan. “Mas Ganjar (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Red) juga sudah datang langsung dan semoga semua lancar dan baik, menemukan solusi yang baik,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam setiap proses pembangunan, pro dan kontra adalah hal yang wajar dan biasa. Konflik itu masih ada di Wadas. Namun sebisa mungkin dihindari. Dialog, musyawarah dan duduk bersama adalah jalan terbaik. Sebab komunikasi itu menjadi kunci dan dibutuhkan oleh semua, baik pemerintah maupun warga. Wagub mengaku menemui warga yang kontra quarry. Misi yang dia bawa sama dengan Ganjar. Masyarakat yang penting mendapat jaminan keamanan dan tidak terganggu kehidupannya. “Intinya tadi diceritakan, sejak 2015 ternyata komunikasinya memang kurang lancar,” jelasnya.

Kepada warga, Taj Yasin mengaku telah mendengarkan unek-unek warga melalui Gus Fuad selaku tokoh masyarakat di Wadas. Dia menyebutkan sudah mendapatkan gambaran mengenai polemik yang terjadi.

Menurut Taj yasin, akar masalah sejak awal adalah persoalan komunikasi. Bagi dia, apabila komunikasi dibangun secara baik dan transparan sejak awal, maka tidak akan menimbulkan masalah besar. “Saya lihat tadi komunikasi yang salah, ayo kita perbaiki bersama. Minimal kalau ada masalah rembugan harus jelas dari awal, saya sampaikan supaya tahu semua. Namanya Jual beli, ya harus tahu harganya ‘yang dibeli berapa, kelanjutannya gimana’, harusnya kan gitu,” terang Taj Yasin diamini warga serentak.

Sebelumnya, Gus Fuad menyampaikan kronologi peristiwa dan penolakan sebagian warga terkait penambangan kuari Wadas untuk pembangunan Bendungan Bener. Kata dia, tidak ada transparansi dan sosialisasi sejak awal dari pihak aparatur desa. Hal itu terus berlanjut sampai warga mencari tahu sendiri kejelasan rencana penambangan di Wadas. “Warga resah, mau nanam juga tidak tenang. Akhirnya para sepuh mengirimkan surat ke kepala desa. Tapi tidak ada balasan,” kata Gus Fuad.

Lebih jauh, Gus Fuad mempertanyakan mengenai posisi Wadas yang dipakai sebagai situs penambangan. Padahal, secara lokasi, Wadas terpisah dari Bendungan Bener. Dia juga menyoroti soal appraisal pembebasan lahan yang dirasa tidak semestinya.

Hal itu membuat warga menjadi semakin resah. Gus Fuad menyebutkan warga merasa tidak ada keadilan yang seharusnya didapatkan.”Kenapa kok Wadas ini kok masuk dalam PSN sementara tempatnya terpisah yang mau diambil materinya. Artinya bukan lokasi proyek. Kedua, appraisal ini diumumkan setelah kita menyetujui semua. Jadi bukan kesepakatan dulu harganya berapa baru kita setuju, itu bukan. Itu yang tidak berperikeadilan dirasa warga itu itu. Tidak ada transparansi, sosialisasi,” terangnya.

Kades Wadas Fahri Setyanto berharap, Wadas Bersalawat bisa menebalkan tali silaturahmi dan kerukunan warganya. Ia juga meminta dukungan semua pihak ikut menjaga ketenteraman Desa Wadas. “Mari pererat silaturahmi, jangan ada lagi pihak luar yang berusaha mengkotak-kotakkan warga Wadas membuat situasi menjadi keruh dan merugikan semua pihak,” harapnya. (*/tom/din)

Lainnya