Purworejo Kembali Masuk Level 3, Covid-19 Merebak di Sekolah

Purworejo Kembali Masuk Level 3, Covid-19 Merebak di Sekolah
TAMBAH PENGETAHUAN: Anak-anak di Dusun Tirip, Desa Rendeng, Kecamatan Gebang, Purworejo saat membunuh waktu dengan teman-teman di Gubuk Ilmu ketika Covid-19 masih merebak, kemarin (24/2). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Kemerdekaan atau kebebasan bagi anak-anak sekolah di masa pandemi Covid-19 saat ini adalah momen perjumpaan dengan teman-teman dan guru di sekolah. Namun karena sejumlah siswa di Kabupaten Purworejo terpapar Covid-19, aktivitas pembelajaran pun kini kembali daring. Siswa harus kembali bercengkrama dengan gadget. Diganggu, tik-tok, youtube atau game online.

Di SMPN 2 dan SMPN 8 dan beberapa sekolah lain ada yang terpapar Covid-19. Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) langsung dihentikan, balik ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. “Tidak semua sekolah, tapi SMP N 8 sekarang daring penuh,” ucap Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Frikly Widhi Dewanto, kemarin (24/2).

Dijelaskan, ada puluhan siswa dan guru di sejumlah SMP Negeri di Kabupaten Purworejo terkonfirmasi positif Covid-19. Kebanyakan mereka terpapar Covid-19 dari kluster keluarga, yang terbawa salah satu siswa tanpa gejala, kemudian menyebar di lingkungan sekolah. Contohnya kasus di SMP Negeri 2 Purworejo, hanya beberapa siswa terpapar. Hanya kelas yang siswanya terpapar yang menjadi daring. Lain cerita SMP N 8 Purworejo, ada puluhan siswa yang terpapar, akhirnya pembelajaran daring diterapkan penuh.

Kebijakannya memang begitu, ketika ada siswa yang terpapar semua siswa di kelas tersebut akan di tracing, minta bantuan langsung Puskesmas. Jika sudah menyebar, harus langsung tutup, tidak ada kompromi lagi. Jika belum menyebar, maka cukup sebagian saja yang daring, alias tidak penuh. “Setelah isoman 10 hari dan sudah negatif, proses pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan lagi. Ya, isoman 10 hari,” jelasnya.

Ditegaskan, dari semua siswa di sekolah yang terpapar, semua berasal dari cluster keluarga, yakni orang tua siswa positif dampak dari kegiatan di luar rumah, membawa virus ke anak dan akhirnya masuk sekolah, menyebar di lingkungan sekolah. Makanya pihaknya mewanti-wanti, teman-teman kepala sekolah untuk ketat dan disiplin prokes. Jika ada gejala langsung koordinasi Puskesmas lakukan tracing. Terlebih Purworejo sekarang kembali masuk level 3 PPKM. “Saya harus kenceng, pokoke harga mati untuk urusan covid-19, demi keselamatan anak-anak (siswa),” tegasnya.

Kepala SMP Negeri 8 Purworejo, Khusnaini membenarkan, jika sekolahnya sekarang menerapkan pembelajaran daring. Sejumlah siswanya positif Covid-19. Berdasarkan hasil tracing dan testing Puskesmas Jumat (18/2) lalu, sebanyak 75 siswa dilakukan swab antigen, hasilnya 25 siswa dinyatakan positif Covid-19. “Ada 25 siswa, semua OTG, kami akhirnya memutuskan untuk daring selama 10 hari. Tetapi karena Senin besok tanggal merah, Selasa mereka sudah masuk kembali, tentunya dengan hasil cek negatif,” ucapnya.

Sementara itu, merujuk instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 tahun 2022, sejak tanggal 21 Februari 2022, Kabupaten Purworejo kembali masuk dalam Level 3 PPKM Darurat. Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Kebijakan itu dikuatkan dengan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 05/KB/202l, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/ MENKES/ 6678/ 2021, Nomor 443 -5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). “Untuk level e ini sistem pembelajaran kita mengacu pada panduan keputusan bersama empat menteri yang ada,” ujarnya. (tom/din)

Lainnya