Jaga Ekosistem Penyangga Borobudur Highland

Jaga Ekosistem Penyangga Borobudur Highland
KONSERVASI: BOB bersama warga Benowo, Kecamatan Bener, Purworejo menanam pohon perindang jalan di jalur menuju titik Borobudur Highland, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Desa Benowo, Kecamatan Bener, Purworejo adalah salah satu desa penyangga kawasan Borobudur Highland yang mendapat perhatian dari Badan Otorita Borobudur (BOB). Salah satu upaya yang dilakukan BOB adalah dengan melakukan konservasi alam di kawasan ini kemarin (3/3).Konservasi dilakukan dengan menanam pohon dan pelepasliaran satwa burung.

Gaung bersambut, Pemerintah Desa Benowo saat ini juga tengah mensosialisasikan Perdes Pelestarian Lingkungan Hidup di desanya. “Konservasi merupakan salah satu tanggung jawab BOB dalam sinkronisasi berbagai kegiatan guna meningkatkan pariwisata kawasan Borobudur Highland,” kata Direktur Utama BOB Indah Juanita.

Menurutnya, BOB ikut bertanggungjawab bagaimana meningkatkan dan menyiapkan pariwisata di kawasan penyangga. Terlebih kawasan Borobudur Highland atau Perbukitan Menoreh di Kabupaten Purworejo, Magelang, dan Kulonprogo tidak bisa dipisahkan secara administrasi untuk urusan pariwisata. Geliat pariwisata tidak bisa hanya dipusatkan di Borobudur atau di Glamping De Loano. “Kawasan sekitar atau yang lebih dikenal sebagai kawasan penyangga juga harus digarap, dihidupkan dengan menggerakkan konsep-konsep pariwisata berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Dijelaskan, konservasi adalah salah satu upaya menghidupkan pariwisata kawasan. Menjaga kelestarian lingkungan menjadi hal yang wajib dilakukan. Salah satunya dengan penanaman pohon, menjaga sumber mata air yang itu juga diperlukan untuk mencukupi kebutuhan pariwisata bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Kami ingin kawasan penyangga lestari, wisatawan mendengar kicau burung disaat wisata Borobudur Highland ramai kelak,” jelasnya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo Stephanus Aan Isa Nugroho mengungkapkan, Desa Benowo memang menjadi salah satu desa penyangga kawasan Borobudur Highland. Beberapa tahun terakhir potensi pariwisata berbasis masyarakat di desa setempat sudah mulai menggeliat.

Beberapa desa lain di Kecamatan Loano dan Kecamatan Bener juga menjadi kawasan penyangga Borobudur Highland sebagai salah satu kawasan superprioritas. Borobudur akan menjadi tujuan utama wisata Indonesia seperti Bali. “Maka dari itu kawasan harus dikembangkan dengan berwawasan lingkungan. Pemerintah akan bersinergi dengan masyarakat,” ungkapnya.

Pj Kades Benowo Nuryanto menambahkan, masyarakatnya sangat antusias dan bersemangat untuk menggarap potensi wisata alam yang ada. Benowo memiliki banyak potensi dan daya tarik wisatawan, di antaranya ada Gunung Kunir, Gunung Trajumas, Gunung Ayam-ayam, Gunung Manten, Sendang Bengawan, air terjun, petilasan Pangeran Benowo dan banyak lagi. “Segi ekonomi kreatif, warga punya produk unggulan yakni kopi Benowo,” ucapnya. (tom/din)

Lainnya