Satpol PP Musnahkan Ribuan Botol Miras

Satpol PP Musnahkan Ribuan Botol Miras
DILUMAT ALAT BERAT: Pemusnahan ribuan botol minuman keras dan mminuman beralkohol di halaman kantor Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, kemarin (14/3). Kegiatan ini bersamaan dengan HUT Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas Purworejo. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Ribuan botol minuman keras (miras) dan berakohol tidak berizin hasil razia oleh Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo dimusnahkan, kemarin (14/3). Acara ini bersamaan dengan perayaan HUT ke -72 Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purworejo, HUT Ke-60 Satlinmas Kabupaten Purworejo, dan HUT Ke-103 Damkar Kabupaten Purworejo Tahun 2022. “Sedikitnya ada sebanyak 1.562 barang bukti botol miras berbagai merek dari hasil operasi pekat yang kami lakukan selama dua bulan terakhir,” ujar Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo Haryono.

Haryono menyebutkan, beberapa kegiatan lain yang dilakukan, antara lain menggelar pengajian sebagai sarana membina rohani anggota, bakti sosial, penebaran benih ikan di Embung Desa Tlogobulu Kaligesing.

Dijelaskan, banyak harapan di hari ulang tahun kali ini. Terkait pandemi, seluruh anggota Satpol PP, Damkar dan Linmas harus ikut melakukan pencegahan, pengendalian, dan pendisiplinan. Mereka harus bisa menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Covid-19 telah merubah tatanan, menyebabkan krisis yang tidak disukai masyarakat. Satpol PP dan Damkar serta Linmas harus mampu menjadi garda terdepan, bertindak cepat, tepat dan terukur. “Sesuai tugas dan fungsi, sikap tegas, santun dan humoris di lapangan harus diimplementasikan secara baik. Profesionalisme harus dijaga, jangan sampai kehilangan ruh sebagai pengayom masyarakat,” jelasnya.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengucapkan terima kasih kepada Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas yang sudah sigap mengamankan Purworejo dari ancaman miras dan mihol. Masyarakat selalu mendukung langkah Satpol PP, memberi informasi ketika melihat dan menemukan peredaran miras dan mihol di lingkungannya.

Menurutnya, razia miras dan mihol merupakan langkah sigap untuk mengamankan wilayah Kabupaten Purworejo dari peredaran minuman terlarang itu. Dia mengimbau agar masyarakat mendukung langkah-langkah aparat dalam memberantas peredaran miras dan mihol. “Saya harap masyarakat juga aktif dan berani untuk memberikan informasi dan melaporkan jika melihat dan menemukan adanya peredaran miras dan mihol di lingkungannya,” harapnya.

Dengan begitu, aparat dapat terbantu dan peredaran miras atau mihol dapat dengan cepat diusut dan ditindaklanjuti. Menurutnya, miras dan mihol memiliki dampak yang tidak baik. Selain merugikan atau merusak diri sendiri, mengonsumsi miras atau mihol juga dapat menimbulkan persoalan negatif di tengah masyarakat. Misalnya, tawuran antarpemuda bahkan antarkampung, tentu hal itu dapat merusak keharmonisan masyarakat.”Dengan kegiatan pemusnahan minuman keras tanpa izin ini, saya berharap dapat menjadi Iangkah sosialisasi peraturan dan upaya preventif akan potensi dampak buruk konsumsi minuman keras bagi masyarakat yang meminumnya,” tandas Yuli. (tom/han/din)

Lainnya