Ribuan Warga  Harus Diungsikan

Ribuan Warga  Harus Diungsikan
DARURAT: Aksi heroik para satgas Desa Krandegan saat mengantarkan nasi bungkus dari dapur umum siaga untuk para warga yang bertahan di kediamannya akibat banjir, kemarin  (15/3). (PEMDES KRANDEGAN FOR RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Purworejo pada Senin (14/3) petang, mengakibatkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Purworejo. Salah satunya di Desa Krandegan, Bayan. Wilayah ini memang dikenal  desa langganan banjir. “Hampir semua wilayah di desa kami tergenang banjir,” ujar Kepala Desa (Kades) Krandegan, Bayan, Purworejo Dwinanto kepada Radar Purworejo, kemarin(15/3).

Ketinggian banjir di desa tersebut bervariasi tergantung dari kondisi geografis tanah. Ada yang setinggi betis, lutut, hingga dada orang dewasa. Bahkan, Jembatan Sungai Dulang pagi kemarin  terendam air. Tak hanya itu, Kantor Desa Krandegan juga terkena banjir. AKibat kejadian ini, sejumlah warga terpaksa harus diungsikan ke tempat yang lebih aman. “Untuk anak-anak, orang tua, wanita dalam kondisi lemah kami ungsikan di Masjid Jami, Masjid pasar, dan Masjid Teges yang lebih aman,” sambungnya.

Meski demikian, dapur umum siaga di Desa Krandegan tetap berjalan. Bahkan, satgas di Desa Krandegan sampai menghantarkan nasi bungkus ke warga-warga menggunakan alat sederhana. Terlebih, saat bencana banjir seperti ini warga tak sempat memikirkan perut. Melainkan lebih memilih mengamankan barang-barang berharga terlebih dulu. “Dapur siaga tetap berjalan. Nasi bungkus kami bagikan kepada warga desa kami. Sebab, nasi bungkus dari dapur umum begitu berarti kala bencana seperti ini,” jelas dia.

Seperti diketahui, banjir menggenang di beberapa desa di Kabupaten Purworejo akibat adanya hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin (14/3) malam. Sub Koordinator Evakuasi dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Purworejo Iman Tjiptadi menyebutkan, beberapa desa yang terkena banjir yakni, Desa Wingko Sanggrahan Kecamatan Ngombol korban yang terdampak sekitar 150 KK. Desa Dlangu Kecamatan Butuh warga diungsikan di Rumah Makan Arema,

Desa Tangkisan Kecamatan Bayan ketinggian banjir sekitar dua meter. Jumlah KK terdampak ada sekitar 50 KK dan mengungsi di rumah warga yang tidak terdampak. Desa Bojong dan Bapangsari, Kecamatan Bagelen warga yang mengungsi sebanyak 32 orang. Yaitu, balita tujuh anak, anak-akan delapan, dan dewasa sebanyak 17 orang.

Kemudian, di Kecamatan Bayan pada Desa Pongung Kalangan dan Pogung Juru Tengah warga terdampak sebanyak 80 KK, Desa Bayan pengungsi sebanyak 48 KK, dan Desa Krandegan. Kecamatan Kutoarjo di Desa Katerban pengungsi sebanyak 158 KK. Sementara, desa lain yang terkena banjir cukup parah lainnya yaitu Desa Wironatan, Kecamatan Butuh.”Itu data sementara yang masuk. Namun, kebutuhan logistik baik berupa perahu karet, dayung, mobil Tagana, mobil pick up, paket logistik, dan sebagainya sudah kami kirimkan,” ujarnya

Sementara, longsor juga terjadi di beberapa wilayah yaitu Kecamatan Kemiri, Kecamatan Pituruh, Kecamatan Kaligesing, Kecamatan Bruno, Kecamatan Loano, hingga Kecamatan Bagelen. (han/din)

Lainnya