Tanamkan Kebanggaan, Bekali Karakter Mulia

Tanamkan Kebanggaan, Bekali Karakter Mulia
RAMAH: Dr Nikmah Nurbaiti, mantan kepala SMA Negeri 5 Purworejo yang kini menjabat kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, saat menghadiri Lustrum Ke-6 SMA Negeri 5 Purworejo kemarin (2/4). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – SMA Negeri 5 Purworejo mengukuhkan diri sebagai sekolah ramah anak. Ini terungkap dalam Lustrum Ke-6 SMA Negeri 5 Purworejo. Sekolah ini mampu diterima masyarakat dan menjadi unggulan di Purworejo bagian utara.

Suasana Lustrum Ke-6 SMA Negeri 5 Purworejo semarak. Sejumlah acara memeriahkan peringatan yang menandai usia 30 tahun sekolah tersebut pada 1 April lalu.

Lustrum sekolah yang beralamatkan di Jalan Magelang-Purworejo Km 7 Loano ini diisi lomba yang digelar pengelola sekolah dan OSIS. Di antaranya, lomba karya ilmiah, kreativitas, dan bakti sosial dengan target siswa yang benar-benar membutuhkan.

Kepala SMA N 5 Purworejo Cahyo Winarno MPd mengatakan, para pendahulu yakni guru, kepala sekolah, dan alumni telah memberikan tongkat estafet pendidikan yang luar biasa di SMA Negeri 5 Purworejo. “Melalui tangan-tangan mereka, program pendidikan mampu berjalan baik. Masyarakat juga sangat mudah menerima SMA Negeri 5 sebagai sekolah ramah anak, sekaligus sekolah unggulan di Purworejo bagian utara,” ucapnya Kamis (1/4).

Lustrum kali ini terkesan sangat istimewa. Sebab, mantan kepala SMA Negeri 5 Purworejo yang kini menjabat sebagai kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yakni Dr Nikmah Nurbaiti tampak hadir.

“SMA Negeri 5 Purworejo terus mencoba berinovasi, kendati harus berhadapan dengan masa pandemi. Berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Nikmah Nurbaiti mengaku sempat memimpin SMA Negeri 5 Purworejo selama tujuh tahun. Dia ikut meletakan dasar sekolah ramah anak.

Berkat terobosan itu, dia sempat dinobatkan sebagai kepala sekolah berprestasi tingkat nasional. “Sebuah kebanggaan bisa menjadi bagian SMA Negeri 5. Satu yang dibentuk yakni artikulasi bahwa SMA Negeri 5 Purworejo telah menawarkan banyak hal yang dibutuhkan masyarakat,” ucapnya.

Nikmah berharap, SMA Negeri 5 Purworejo bisa lebih hebat dalam membekali peserta didik dengan karakter mulia. Dengan demikian, publik merasa bangga dengan keberadaan sekolah tersebut.

“Hadirkan kebanggaan bagi anak-anak SMA Negeri 5 Purworejo karena bisa sekolah di sini dan berhak sukses di masa depan,” harapnya.

Menurutnya, dewasa ini pembelajaran harus memberikan nalar tinggi, sadar, dan paham arti mengapa, bagaimana, dan mampu menjelaskan persoalan sekaligus solusinya. Namun, sekolah dengan status ramah anak belum banyak.

“Sekolah layak anak harus didukung dengan kebijakan sekolah, dokumen, sarana prasarana, kurikulum, dan lain-lain,” ujarnya.
Dijelaskan, ada empat komponen hingga sekolah layak menyandang status sebagai sekolah ramah anak. Di antaranya, tidak ada kekerasan fisik dan verbal serta kekerasan seksual fisik dan verbal. Selain itu, juga tidak ada diskriminasi.

”Semua demi siswa. Mampu mendengarkan pendapat siswa. “Keempat komponen itu harus tetap dipertahankan di sekolah ini,” jelasnya. (tom/amd)

Lainnya