Fokus Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Fokus Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
VISIONER: Visitasi dan penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala SMK Widya Kutoarjo Agus Rofiquddin dan Manager Training Centre Area Jateng-DIJ Rudi Kurniawan di aula sekolah setempat kemarin (29/4). (HENDRI UTOMO/Radar Purworejo)

RADAR PURWOREJO – SMK Widya Kutoarjo menggandeng Training Center PT Bumen Redja Abadi dalam kegiatan visitasi. Kedua pihak juga menjalin kerja sama terkait teknik kendaraan ringan otomotif.

Pengelola SMK Widya Kutoarjo tak ingin para alumni mengalami kesulitan setelah lulus. Mereka menjalin kerja sama dengan Training Center PT Bumen Redja Abadi.

“Kami merasa perlu bekerja sama dengan luar untuk mengembangkan kualitas sekolah, baik SDM dan sistem pendidikan atau kurikulumnya. Sehingga, alumni kami bisa lebih mudah ketika ingin melanjutkan kuliah, masuk ke dunia industri, atau membuka usaha,” ucap Kepala SMK Widya Kutoarjo Drs Agus Rofiquddin Skom dalam penandatanganan nota kesepahaman di aula sekolah tersebut kemarin (29/4).

SMK Widya Kutoarjo memiliki 13 kelas dengan empat kompetensi keahlian. Yakni, otomatisasi dan tata kelola perkantoran, teknik komputer dan jaringan, teknik kendaraan ringan otomotif, serta teknik dan bisnis sepeda motor.

“Kerja sama kali ini kami menggandeng Mitsubishi Training Center PT Bumen Redja Abadi dan kompetensi fokus untuk teknik kendaraan ringan otomotif,” jelasnya.

Ketua Yayasan SMK Widya Kutoarjo Djamil menyatakan, SMK Widya berdiri pada 2001. Baru berusia sebelas tahun namun persaingan di depan semakin berat.

“Kendati demikian kami tidak akan menyerah. Langkah maju dan cepat seperti kerja sama kali ini sangat menentukan bagi kami. Jadi, saya sangat berterima kasih kepada Mitsubishi atas kerja samanya. Ini akan menjadi modal harapan siswa kami diperhitungan di dunia kerja, berkualitas, dan siap bersaing secara nasional bahkan internasional,” ucapnya.

Sementara itu, Manager Training Centre Area Jateng-DIJ Rudi Kurniawan mengungkapkan, kini Mitsubishi sudah dipecah menjadi dua yakni motor dan Fuso. Mengingat kompetensi di SMK Widya yakni kendaraan ringan otomotif maka hal yang lebih pas dikerjasamakan yakni kendaran kecil.

Kerja sama itu akan diwujudkan dalam banyak program kegiatan. Salah satunya adalah pelatihan guru.

“Di Kabupaten Purworejo ada tiga sekolah untuk pembanding satu dengan lainnya. Sebagai gambaran ke depan, menghadapi tantangan besar juga dibutuhkan wawasan yang luas. Mungkin, ke depan juga akan ada program magang ke luar wilayahnya, bisa ke Magelang, Semarang, atau kalau memungkinkan juga ke Bali, untuk mencoba menerima atau melayani turis mancanegara,” ungkapnya.

Rudi menegaskan, tidak ada kendala terkait fasilitas sekolah seperti ruangan. Hanya saja, perlengkapan praktik masih perlu ada penambahan dan pembenahan.

“Jadi, tahap pertama yakni sinkronisasi kurikulum. Tepatnya, setelah guru melakukan pelatihan,” tegasnya.

Menurutnya, ada 41 sekolah yang sudah direkomendasikan untuk area Jateng-DIY. Target dari kerja sama ini sampai sekolah muncul dan memiliki kelas industri atau coaching factory.

“Saya optimistis karena sekolah ini termasuk sekolah baru seharusnya memiliki semangat yang baru juga. Banyak contoh sekolah baru yang berhasil. Contohnya seperti SMK di Karanganyar, sekolah baru meluluskan tiga angkatan, namun peralatannya kini sudah komplet sekali. Termasuk menyesuaikan standar industri,” ujarnya.

Ditambahkan, SMK Widya Kutoarjo berada di titik yang cukup strategis karena dekat jalan raya dan lahannya luas. “Menurut kami, publik harus tahu SMK ini. Bengkel PKL (parktik kerja lapangan) bisa dirapikan lagi. Unit kendaraan dengan kelengkapan EFI juga harus siap. Pengelasan juga potensi karena pas betul di pinggir jalan. Berbagai macam produk juga bisa dipromosikan di sekolah,” ucapnya.

Untuk peningkatan kapasitas, guru jurusan bahasa bisa lebih memfokuskan diri tentang materi psikotes. Sebab, kbanyakan kegagalan dalam mencari kerja yakni saat wawancara dan psikotes.

Sedangkan guru sejarah bisa lebih detail menjelaskan sejarah otomotif sejak dulu, sekarang, dan masa depan. Misalnya, harus mengetahui bahwa pada 2030 mendatang mobil listrik akan lebih dominan.

“Saat sejarah dipahami, bahasa internasional (Inggris) dikuasai dan teknik mumpuni maka genap sudah. Terakhir jangan lupa attitude (disiplin, sopan santun, dan pembawaan diri),” jelasnya.

Lainnya