Berpakaian Adat, Dijemput Ortu di Pintu Sekolah

Berpakaian Adat, Dijemput Ortu di Pintu Sekolah
KARAKTER: Peserta purnawidya mengenakan kostum adat Jawa dalam purnawidya tahun pelajaran 2020/2021 di di SMPN 1 Purworejo kemarin (7/6). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Ada yang berbeda dari wisuda siswa kelas 9 SMPN 1 Purworejo. Acara yang dikemas dengan nama Purnawidya Siswa Tahun Pelajaran 2020/2021 itu bernuansa tradisional.

Sebanyak 192 siswa yang ikur kegiatan ini mengenakan pakaian adat Jawa. Para guru juga mengenakan pakaian adat. Gending Jawa pun mengalun selama wisuda.

Prosesi purnawidya ditandai pengalungan samir dan penyerahan dokumen kelulusan kepada siswa. Pengalungan samir dilakukan Kepala SMPN 1 Purworejo Sutarto MPd. Wisuda digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19) secara ketat. “Peserta purnawidya kami bagi menjadi tiga sesi. Setiap sesi berisi 64 siswa dari dua kelas,” kata Sutarto kemarin (7/6).

Purnawidya kali ini sengaja dikemas dengan balutan adat Jawa. Tujuan agar siswa memiliki karakter. Sebab, salah satu akar dari karakter adalah budaya Jawa yang sarat dengan unggah-ungguh dan sopan santun.

“Kami menginginkan anak-anak mengetahui karakter Jawa, hormat orang tua dan guru. Bisa membawa nama baik SMPN 1 Purworejo di tingkat selanjutnya. Kami juga mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya,” jelasnya.

Menurutnya, kebersamaan anak dan orang tua itu sangat penting. Hal itu bisa dilihat dari acara kirab dalam purnawidya tersebut. Usai prosesi wisuda, orang tua diminta menjemput putra-putrinya di pintu keluar sekolah.

“Hal ini menggambarkan kebersamaan anak dan orang tua,” ujarnya.
Sutarto berharap semua alumni bangga menjadi keluarga besar SMPN 1 Purworejo. Sebab, di pundak mereka ada nama almamater yang harus selalu dijaga.

Terlebih, ungkapnya, tantangan globalisasi sangat berat. “Saya berharap para alumni bisa memilah mana positif dan negatif. Ibarat rumah, mereka nantinya akan rindu. Kami (SMPN 1 Purworejo) terbuka bagi mereka untuk kembali, menengok dan menularkan hal-hal positif kepada adik-adik mereka di sekolah,” ucapnya.

Sejumlah siswa menorehkan prestasi dalam purnawidya kali ini. Mereka masuk peringkat sepuluh besar hasil nilai murni ujian sekolah.

Di antaranya, Salsa Adella Permatasari dengan nilai 1.051, Fariza Rizki Andina (1.033), Siti Nur Khasanah (1.033), dan Rehan Dwi Juliandi (1.028). Selain itu, Lia Alviana dengan nilai 1.020, Waritsa Tia Aziza (1.016), Ivana Nabila Ariella (1.015), Ryke Septhya Kartika (1.014), Fauzia Tsania Rahma (1.014), dan Maharani Mutia Hapsari (1.013). (tom/amd)

Lainnya