IBS MTs Negeri 1 Kebumen Jawab Tantangan Zaman

IBS MTs Negeri 1 Kebumen Jawab Tantangan Zaman
UNGGULAN: Para siswa di MTs Negeri 1 Kebumen kini bisa fokus belajar setelah sekolah menyediakan program IBS. (M Hafied/Radar Kebumen)

RADAR KEBUMEN  – MTs Negeri 1 Kebumen terus berbenah dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Salah satunya dengan membuka program Islamic Boarding School (IBS). Konsep tersebut merupakan program unggulan madrasah di luar kegiatan belajar mengajar reguler.

Ketua Program IBS MTs Negeri 1 Kebumen Kholiludin menjelaskan, program IBS tidak hanya dilengkapi dengan fasilitas asrama representatif. Tapi juga diisi dengan kurikulum atau sistem pendidikan ala pesantren. “Kami mencoba memberikan nilai lebih selain pelajaran di ruang kelas. Semua tentu demi pemahaman ilmu agama yang matang untuk untuk menjawab sesuai zaman,” jelasnya, Selasa (22/2).

IBS merupakan sistem pendidikan madrasah dengan model asrama. Para peserta didik berikut dengan guru atau pengelola tinggal dalam komplek asrama dalam kurun waktu tertentu. MTs Negeri 1 Kebumen kini telah memiliki tiga bangunan asrama yang berada dalam lingkungan madrasah. “Setiap angkatan itu bisa tiga kelas. Per kelas bisa menampung 32 peserta didik. Ini yang akan kami terus kembangkan,” terangnya.

Kholil menjelaskan, aktivitas selama di asrama yakni penguatan ajaran Islam terkonsentrasi untuk memperkuat karakter, pendampingan pelajaran serta memperkuat prestasi akademik seperti halnya keterampilan bahasa.

Para peserta didik di asrama akan ditransfer berbagai khasanah keilmuan dengan berpedoman rujukan kitab klasik. Antara lain kitab Jurumiyah, Taklim Mutaalim, Tafsir Al Misbah, Tasrif, Mabdiul Fiqhiyyah dan Hadits Arbain Nawawi. Selain itu, peserta didik juga bisa memilih program hafalan Alquran dengan didampingi guru yang berkompeten. “Belajar implementasi, baik dalam konteks belajar ilmu maupun belajar hidup. Belajar tanggung jawab, mandiri dan saling memahami sesama,” tandasnya.

Sementara, Kepala MTs Negeri 1 Kebumen Sugeng Warjoko menyampaikan, sistem asrama atau Boarding dianggap masih menjadi sistem pendidikan ideal dalam peningkatan prestasi dan pembentukan karakter. Madrasah berasrama merupakan model sekolah memiliki tuntutan lebih tinggi jika dibanding sekolah reguler. “Tuntutan memberikan dampak positif bagi kehidupan peserta didik. Dengan membangun wawasan pendidikan yang tidak hanya sampai pada tataran teoritis,” terangnya.

Terbukti prestasi yang selama ini ditorehkan cukup membanggakan. Meliputi juara 2 juara nasional KSM mapel fisika dan biologi serta juara 1 nasional Aksioma bidang MTQ. Tak hanya itu, sebanyak 109 nilai UN di Matansa berhasil meraih nilai 100 atau sempurna. “Perilaku dan disiplin diri peserta didik yang baik diharapkan terlaksana dalam lingkungan pendidikan agar dapat berhasil dalam studi,” tambahnya. (fid/pra)

Lainnya