Mimpi Kami Tidaklah Sederhana, Membakar Semangat

Mimpi Kami Tidaklah Sederhana, Membakar Semangat
WE LOVE YOU: Personel The Trip selalu membuka pintu kolaborasi dengan band-band di Kabupaten Purworejo. (The Trip FOR RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – The Trip adalah grup band asal Purworejo bergenre hardcore. Band yang digawangi Heru Afiyanto (gitar/vokal), Dicky Renvile Patria (bass/ vokal), dan Fiqi Alfarisi (drum) ini terus berkarya.

THE Trip dulunya bernama Remember We Frog. Sebelumnya, grup band beraliran hardcore ini sempat mengalami pasang surut dalam perjalanan karir di dunia musik.

Band yang terdiri dari tiga personel ini tak pernah patah semangat. Heru Afiyanto (gitar/vokal), Dicky Renvile Patria (bass/ vokal), dan Fiqi Alfarisi (drum) terus berkarya sejak 2011.

“Rencana-rencana kami sempat gagal. Namun, kami tetap semangat,” Heru kemarin (31/3).

Dijelaskan, pemilihan nama The Trip berasal dari hobi yang sama semua personelnya. Yakni, melakukan perjalanan (trip) dan cinta dengan BMX freestyle.

The Trip akhirnya dikenal di kalangan musisi dan pecinta musik di Purworejo sebagai band bergenre hardcore, oldskool hardcore, melodic hardcore, dan hardcore punk. “Kami bebaskan siapapun menilai dan memberi respons terhadap warna musik kami,” jelasnya.

Belum lama ini, The Trip merilis single pertama dengan lagu berjudul No Hand. Penggarapan menggunakan media seadanya. Dibantu oleh Fahmi Aziz (Predator, Fluss).

Ternyata, lagu tersebut bisa diterima dengan baik oleh publik. Lagu ini pun menjadi pijakan penting sejarah The Trip.

“Fahmi Aziz adalah orang yang sangat membantu kami berproses atau berkarya. Karya berikutnya lagu berjudul Superman, Christopher Johnson Mccandless, dan Purworejo Family,” jelasnya.

Menurutnya, 2013 adalah tahun yang paling penting bagi The Trip. Sebab, banyak hal yang terjadi pada tahun tersebut.

Pada 2016, lahir EP Album bertajuk Beginning. Berisi delapan lagu yang dirilis di Gigs berjudul This Is Movement. Dukungan semakin banyak. Di antara, datang dari Reza Acong dengan bengkel custom diecast-nya dan Monday 13, yang sekarang menjadi Ironhell Custom Work. “Maka dari itu, saya sangat berterima kasih kepada semuanya, khususnya kepada Reza Acong,” ujarnya.

Album perdana The Trip banyak mengangkat tema tentang pertemanan, pengalaman kehidupan, dan suasana kehidupan yang terjadi selama enam tahun perjalanan The Trip. Ada satu lagu andalan berjudul Remember Than Important. Di lagu tersebut, ada sejumlah nama yang ikut mengisi. Di antaranya, Hengki (STF), Agung (Predator, Detritivor), Fahmi Aziz (Predator, Fluss).

“Semua teman-teman baik kami. Tahun 2019-2020 semangat kami sempat meredup karena pandemi (Covid-19). Namun, teman-teman itu yang selalu mendorong dan mendukung kami mereka selalu datang di manapun kami manggung,” ujarnya.

Pada 2021, semangat The Trip kian membara. Beberapa rencana yang sempat tertunda segera direalisasikan. “Kami selalu membuka pintu bagi band-band Purworejo yang sekarang masih aktif dan mau bekerja sama dengan kami di album selanjutnya. Dengan begitu, secara tidak langsung menjadi bentuk dukungan dalam berproses,” papar Heru.

Heru juga menyemangai semua insan musik di Kabupaten Purworejo untuk terus berkarya. “Salam hangat dari kami. Mimpi kami tidaklah sederhana, yaitu membakar semangat teman-teman insan musik yang ada di Purworejo agar berproses bersama, melahirkan band band baru. Mari kita lihat seperti apa suara gemuruhnya. Semoga musik di Purworejo semakin bergairah. We love you!,” ucapnya. (tom/amd)

Lainnya