Jadi Pemimpin Redaksi, Menjabat Ketua Karang Taruna

Jadi Pemimpin Redaksi, Menjabat Ketua Karang Taruna
BAHAGIA: Achmad Luthfi Khakim menjalankan sejumlah usaha dan menjadi ketua organisasi. Luthfi memiliki bisnis fotografi dan videografi dengan label Wedding Foto Gembost Photret sejak 8 Maret 2017. (HENDRI UTOMO/Radar Purworejo)

RADAR PURWOREJO – Semangat Achmad Luthfi Khakim, tak pernah luntur. Pemuda tuna daksa ini tetap produktif saat Ramadan. Dia mengelola media online. Dia juga menjabat ketua di beberapa organisasi.

“Ramadan adalah bulan yang sarat makna karena semuanya akan bermuara kepada kemenangan. Kemenangan muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egoitas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Maka Ramadan harus diisi dengan hal-hal produktif. Khususnya untuk pengembangan diri.”

Ucapan itu dilontarkan Achmad Luthfi Khakim, 25, kemarin (20/4). Pemuda tuna daksa yang tinggal di Desa Megulung Lor RT 01 RW 02 Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, mengaku tetap semangat bekegiatan selama Ramadan.

Menurutnya, ibadah puasa di bulan Ramadan selama dua tahun terakhir memang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, harus dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

Namun, dia menegaskan, layaknya sebuah ujian dan perjuangan maka harus dilalui dengan penuh rasa syukur. “Harus tetap bersyukur,” ucap lelaki yang lahir 2 Mei 1995 ini.

Terlahir sebagai difabel, Luthfi melihat masih banyak pemuda yang kerap tidak bisa menerima kondisi dan mengelola potensinya. Sementara itu, dengan keterbatasan fisik pun manusia harus tetap berjuang.

“Saya menderita pengeroposan tulang sejak kecil hingga saat ini. Saya harus hidup mandiri dengan menjalankan usaha bidang teknologi informasi dengan membuka LC komputer di rumah,” ujarnya.

Luthfi juga memiliki bisnis fotografi dan videografi dengan label Wedding Foto Gembost Photret. Usaha itu dirintisnya sejak 8 Maret 2017.

Dia juga bergelut di media online. Namanya pituruhnews.com. Kini dia menjadi pemimpin redaksi.

“Meski semua sudah ditangani karyawan dan tim, saya tidak enggan untuk turun ke lapangan. Bagi teman-teman lain yang kondisi fisiknya normal, saya selalu memberikan motivasi untuk bisa lebih mandiri dari saya,” tegasnya.

Sejak taman kanak-kanak, Luthfi mengaku telah mengalami patah tulang sekitar dua puluh kali. Namun, keterbatasan fisik tiak menjadi bukan halangan baginya untuk beraktivitas dan bersosial.

Terbukti, kini dia mengemban amanah di beberapa organisasi. Bahkan, di desanya, ia dipercaya menjadi ketua Karang Taruna. Di tingkat kabupaten, Luthfi menjadi Ketua Bagian Reporter Wilayah Kecamatan Pituruh GP Ansor Purworejo.

Selama Ramadan, Luthfi yang rumahnya berada di depan Musala Al-Mustaqim lebih fokus memanfaatkan waktu untuk beribadah. Urusan pekerjaan atau bisnis leboh difokuskan untuk meningkatkan pelayanan dengan semangat.

“Kami harus jeli menangkap peluang. Harus adaptif dengan kondisi apapun. Produktif itu tidak selalu fisiknya yang bergerak atau berpindah, kita bisa mengoptimalkan teknologi di era digital ini,” ucapnya. (tom/amd)

Lainnya