Gunakan APD Level Tiga, Ruangan Selalu Disterilisasi

Gunakan APD Level Tiga, Ruangan Selalu Disterilisasi
SPESIALIS: Dokter spesialis gigi Fitri Anggita Amilia memberikan pelayanan di ruang pemerikasaan gigi dan mulut RS Budi Sehat Purworejo. (JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOEJO)

RADAR PURWOREJO – Masyarakat kembali berani memeriksakan gigi di rumah sakit atau klinik. Dokter spesialis gigi RS Budi Sehat Purworejo Fitri Anggita Amilia memastikan masyarakat tak perlu khawatir memeriksakan gigi saat pandemi Covid-19.

Sebagian besar masyarakat khawatir memeriksakan gigi di tengah pandemi virus korona (Covid-19). Mereka takut dengan risiko tinggi terpapar Covid-19.
Terlebih, salah satu penularan Covid-19 bisa terjadi melalui cairan di mulut atau percikan cairan (droplet) yang mengandung virus dan keluar saat penderita berbicara, batuk, atau bersin. Pandangan ini sudah terbentuk di masyarakat.

Dokter spesialis gigi RS Budi Sehat Purworejo Fitri Anggita Amilia menyebutkan, saat awal-awal pandemi memang sempat ada penurunan pasien yang memeriksakan gigi. “Kami kan juga membatasi juga untuk kunjungan pasien. Kami hanya memprioritaskan yang sakit atau urgent saja. Kalau hanya ingin kontrol atau bersihin karang gigi, kami tunda dulu,” ungkapnya kepada Radar Purworejo.

Namun, saat ini jumlah pasien yang memeriksakan gigi sudah berangsur meningkat. Ini didukung adanya sosialisasi yang baik dari berbagai klinik atau rumah sakit.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan (prokes) dilakukan dengan standar yang ketat. Penerapan prokes ini dijalankan dengan serius oleh pasien, dokter, maupun fasilitas kesehatan di poliklinik gigi.

Pengecekan suhu tubuh dan screening wajib dilaksanakan. Penerapan program 5M pun ketat. Di antaranya, menjaga jarak, memakai maseker, mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir, dan menghindari kerumuman, dan mengurangi mobilitas.

“Kami juga menggunakan APD (alat pelindung diri) level 3. Ada ada sterilisasi ruangan setiap ganti shift maupun setiap ganti pasien. Kalau di poli gigi kan beda, ya dengan poli yang lain. Pasti ada tindakan. Sehingga kontaminasinya tinggi karena kan pasien harus buka mulut, dan sebagainya,” papar Fitria.

Dia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk datang memeriksakan gigi ke rumah sakit atau klinik. Sebab, pihak faskes telah memiliki panduan praktik di kala pandemi. ”Juga, telah menerapakan prokes dengan baik dan ketat,” paparnya. (han/amd)

Lainnya