Mantan Pemain Timnas Pelajar U-15 Yosi Anwar

Mantan Pemain Timnas Pelajar U-15 Yosi Anwar
BAKAT HEBAT: Yosi Anwar saat menjadi anggota Timnas Pelajar U-15. (YOSI ANWAR FOR RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Yosi Anwar merupakan putra Kabupaten Purworejo merupakan mantan pemain sepak bola nasional. Pemuda yang kini berusia 23 tahun tersebut sempat menembus Timnas Pelajar U-15.

Yosi Anwar miliki segudang prestasi di dunia persepakbolaan. Pemuda yang akrab disapa Sudrun tersebut pernah menjadi bagian Timnas Pelajar U-15.
“Yakin dengan kemampuan sendiri, rajin berlatih, dan percaya bahwa usaha tak pernah mengkhianati hasil. Itu yang selalu saya pegang,” katanya kepada Radar Purworejo Jumat (7/5).

Pemuda yang tinggal di Perum Korpri Cangkreplor, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, ini pernah membela beberapa tim. Di antaranya, Assosiasi Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Jawa Tengah pada 2012, ASSBI Nasional (2013/2014), Timnas Pelajar U-15 (2014/2015), ISP (Ikatan Sepak Bola Purworejo) Junior U-17 (2015), hingga mengikuti kejurda futsal di Semarang pada 2015.

Sudrun menggeluti dunia sepak bola sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dia berlatih dengan keras.

“Saat SD pernah ikut Popda kabupaten, hingga pernah cedera lutut. Sempat membuat saya trauma. Tapi, perlahan bisa hilang,” ungkap pemuda kelahiran Purworejo 3 Februari 1998 itu.

Sudrun menyatakan di keluarga sudah mengalir darah sepak bola. Bakat sepak bola tersebut muncul dari kakek dan ayahnya.

Dahulu sang kakek punya tim bernama Sekolah Sepak Bola Indonesia Muda (SSB IM) Purworejo. Ayahnya juga mendirikan SSB Bogowonto sejak 1 Februari 2002. Hingga kini, kedua SSB tersebut masih berjalan.

“Kakak saya, Fandi Ahmad Abdilah, dulu juga pernah menjadi pemain bola di PPSM Magelang,” beber anak bungsu dari tiga bersaudara itu.

Yosi mengatakan, keluarganya mendukung penuh pilihannya untuk melaju hingga tingkat nasional. Bahkan, ayahnya selalu mendampinginya. Dia menjalani beragam seleksi. Mulai seleksi SSB tingkat kota/kabupaten hingga seleksi menuju Timnas Pelajar.

“Seleksinya dulu lewat turnamen-turnamen. Kebetulan waktu ASSBI Jateng dari Purworejo yang kesaring dua orang, termasuk saya. Kemudian, saat seleksi Timnas Pelajar dari Purworejo, hanya saya. Waktu itu dari ratusan pemain, yang diambil hanya 20 pemain,” sebut alumni SMAN 5 Purworejo itu.

Saat membela Timnas Pelajar, posisi putra dari pasangan Mustangin dan Fadilah Wijayanti itu sebagai gelandang tengah. Tak mudah untuk bisa mencapai posisi tersebut.

Dia setiap hari berlatih sendiri di rumah. Di dampingi pelatih SSB Bogowonto waktu itu. “Sampai sekolah saya dulu keteteran. Saking semangatnya untuk jadi pemain bola nasional. Pernah sampai dipanggil oleh kepala sekolah hampir DO (drop-out),” papar Yosi.

Yosi mengikuti banyak turnamen selama bergabung di Timnas Pelajar. Di antaranya, turnamen di Musi Banyuasin, Palembang, hingga turnamen internasional yang diikuti beberapa negara Asean di Bali.

Setelah mengikuti ISP Junior dengan membela tim Kabupaten Purworejo pada 2015, Yosi memutuskan untuk berhenti. Saat iti dia merasa sistem sepak bola di Indonesia semrawut.

“Waktu itu kebetulan sepak bola Indonesia kan sempat dualisme, terpecah belah. Jadinya tidak jelas. Jika lanjut, waktu itu saya merasa sia-sia,” sebut dia.
Kini dia sedang menekuni hobi otomotif dan e-sport. “Selain bola, sekarang juga menekuni hobi otomotif saya. Sama main e-sport,” tandasnya. (amd)

Lainnya