Dapat Kejutan Kue Ulang Tahun saat Pentas

Dapat Kejutan Kue Ulang Tahun saat Pentas
DARAH SENI: Davina Sofita Salma, 10, sinden cilik saat mendapat kejutan perayaan ulang tahun saat pentas wayang kulit di SMK PN Purworejo Senin (31/5). (HENDRI UTOMO/Radar Purworejo)

RADAR PURWOREJO – Davina Sofita Salma dikenal sebagai pesinden. Putri dalang kondang Nyi Dwi Puspita Ningrum ini memiliki segudang pretasi. Dia sering mengiringi sang ibu saat pementasan wayang kulit.

Malam itu menjadi malam yang sangat istimewa bagi Davina Sofita Salma. Dia tampil dalam pagelaran wayang kulit yang digelar SMK PN dan SMK PN2 Purworejo Senin malam (31/5). Tampil mengiringi sang ibu, Nyi Dwi Puspita Ningrum, yang menjadi dalang gelaran wayang kulit tersebut.

Saat pementasan tersebut, bocah yang akrab disapa Nana tersebut mendapat kejutan. Tepat ketika goro-goro yang ditandai munculnya tokoh Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, sebuah kue ulang tahun berhias indah lengkap dengan lilin angka 10 di atasnya dibawa ke atas panggung. Kue tersebut diberikan untuk Nana yang lahir pada 29 Mei 2011.

Kue ulang tahun itu dibawa dan diserahkan langsung kepala SMK PN. Ayah Nana, Sofian, juga ikut naik ke atas panggung.

“Saya tidak tahu kalau mau mendapat kejutan seperti ini,” ucap Nana.
Nana memiliki darah seni yang mengalir dari ibunya. Sang ibu sudah dikenal luas. Terlebih, usai tampil di hadapan Presiden Joko Widodo saat berada di Kabupaten Purworejo pada 2019 lalu.

Senada dengan ibunya, Nana malam itu mengenakan kebaya warna kuning dan bersanggul. Suaranya terdengar merdu.

Nana memiliki segudang prestasi. Di antaranya, juara Gebyar Kreativitas Anak Usia Dini 2015, juara Lomba Nembang Jawa Gebyar PAUD 2017, juara Lomba Hadroh Anak RA 2017, dan juara lomba bercerita dengan gambar.

Nana juga masuk nominasi pilihan warganet urutan ke-5 dengan 1.111 like di media sosial dalam Lomba Nembang Macapat Siswa SD Tingkat Nasional 2020. Dia juga pernah tampil menyanyikan tembang macapat dan lagu berjudul Praon di hadapan Presiden Joko Widodo saat acara pagelaran wayang 2019 silam.

“Semoga menjadi anak yang sukses, bisa memanggakan orang tua, membawa nama baik bangsa khususnya Purworejo,” ucap sang bunda Nyi Dwi Puspita Ningrum.

Andi Mahesa, tamu undangan, mengatakan, cukup banyak seniman di Kabupaten Purworejo. Termasuk seniman di dunia pewayangan.

Dia mengaku bangga dengan kiprah Nana. Sebab, di tengah modernisasi banyak anak yang mulai meninggalkan adat budaya. Mereka lebih asik bermain gadget.

“Ia masih berusia sepuluh tahun. Orang tuanya tentu sangat bangga. Saya yakin dia akan menjadi anak yang sukses ke depan di dunia seni. Terlebih ada darah seni yang mengalir dari ibunya, seorang dalang perempuan yang sudah terkenal luas di Purworejo,” ucapnya. ***

Lainnya