Unik, Jadi Sarana Mengedukasi Masyarakat

Unik, Jadi Sarana Mengedukasi Masyarakat
KREATIF: Ganjar Widiantoro menunjukkan batik motif corona buatannya kemarin (16/6). (HENDRI UTOMO/Radar Purworejo)

RADAR PURWOREJO – Ganjar Widiantoro memiliki cara jitu untuk ”merekam” kondisi pandemi Covid-19. Dia berniat mengedukasi masyarakat dengan membuat batik corona.

Dampak pandemi Covid-19 masih terasa. Tak terkecuali di bidang usaha. Banyak usaha kelimpungan.

Ganjar Widiantoro, 42, turut terdampak. Namun, perajin batik yang tinggal di Dusun I Kelurahan Cangkrep Kidul, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, ini tak menyerah. Ide kreatifnya muncul untuk merekam kondisi pandemi yang terjadi di Indonesia. Dia membuat batik yang diberi nama batik motif corona.

“Saya ingin punya andil meningkatkan khalayak bahaya Covid-19. Karena saya perajin batik, kain menjadi media ekspresi untuk menyampaikan pesan moral,” ucapnya, kemarin (16/6).

Dijelaskan, ide membuat desain batik corona muncul sebulan terakhir. Dia menggambar bentuk virus SARS-CoV 2 berupa lingkaran bermahkota. Lantas, di bagian tengah lingkaran dibuat coretan menyerupai huruf C.

Dibantu istri, Ganjar mengaplikasikan desain itu dalam bentuk batik tulis dan cap. Proses membatik tulis terbilang cukup cepat. Hanya butuh waktu tiga hari. Lantas dilanjutkan pewarnaan.

“Motif batik corona ini saya buat tidak untuk menakuti publik. Sebaliknya, sebagai sarana memahamkan publik bahwa Covid-19 itu ada dan berbahaya,” jelasnya.

Menurutnya, batik kreasinya tersebut terlihat unik. Namun, motifnya tidak kalah indah dengan desain batik lainnya.

Ganjar sudah memasarkan batik corona secara daring di sejumlah laman media sosialnya. Harga batik cap sebesar Rp 150 ribu dan batik tulis senilai Rp 300 ribu.

“Pemasaran daring lebih efektif dan menjadi utama di masa pandemi seperti ini. Terbukti juga, begitu dipasarkan animo publik bagus, banyak yang berminat dan membeli,” ujar pemilik GW Collection itu.

Pembelinya tidak hanya dari Purworejo. Ada beberapa konsumen berasal dari luar kota. “Pemesan batik corona sudah ada yang dari Jakarta, Surabaya, dan Jogjakarta. Kemarin baru saya kirim,” ucapnya.

Ganjar berharap batik kreasinya bisa diterima pasar dan dikenal luas di seluruh Indonesia. Dia berharap motif batik ciptaannya ini menjadi bersejarah bahwa pada 2021 masyarakat benar-benar merasakan dampak pandemi korona.

“Batik korona bisa menjadi sarana edukasi masyarakat di mana virus itu benar-benar ada. Harus dihindari dengan tetap patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M,” harapnya. ***

Lainnya