Bogowonto Petanque Club Cari Atlet Potensial

Bogowonto Petanque Club Cari Atlet Potensial
PRESTASI: Peserta kejuaraan pentanque tingkat SD usai mengikuti kejuaraan yang diadakan Bogowonto Petanque Club di Petanque Court Kelurahan Doplang. (JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO)

PURWOREJO – Bogowonto Petanque Club menggelar kejuaraan petanque pada di Petanque Court Kelurahan Doplang, selama dua hari Senin (25/1) dan Selasa (26/1). Kejuaraan ini dalam rangka mencari bibit-bibit atlet petanque tingkat pelajar. Khususnya pelajar tingkat SD di Kecamatan Purworejo.

“Kejuaraan ini diikuti oleh 20 peserta dari lima sekolah dasar,’’ ungkap Ketua Panitia Penyelenggaraan Muhamad Mubin saat dikonfirmasi Radar Purworejo, Selasa (26/1).

Dengan rincian peserta yaitu dari SDN Purworejo sebanyak enam orang, SDN Plaosan enam, SDN Doplang enam, , SDN Sindurjan satu, dan SDN Almadina empat.  Mubin mengatakan, nomor pertandingan yang dilombakan ada empat nomor. Yakni, single putra, single putri, double, dan triple.

Dari kejuaraan selama dua hari ini, single putra diraih SDN purworejo, single putri SDN Plaosan, double SDN Doplang, dan triple SDN Doplang. “Kami ambil juga juara umum. Juara satu SDN Doplang, juara dua SDN Plaosan, dan juara tiga dari SDN Purworejo,” papar Mubin.

Petanque awalnya merupakan permainan tradisional asal Prancis yaitu pengembangan dari permainan zaman Yunani Kuno sekitar abad ke-6 SM. Permainan petanque diperkenalkan oleh Jules Boule Lenoir tahun 1907 di Kota La Ciotat, Provence, di selatan Prancis.

Dikatakan, permainan tersebut sangat mengandalkan konsentrasi yang tinggi. Dan, sangat potensial untuk dikembngkan dikalangan masyarakat karena bisa dikatakan permainan yang sederhana. “Bisa dimainkan segala usia, mulai anak-anak hingga dewasa,” ujar dia.

Mubin menyebutkan, di Purworejo sendiri peminat permainan tersebut masih minim. Sebenernya sudah pada mengerti hanya minatnya belum ada karna masih bayang-bayang. Tapi yang sudah langsung mencoba juga banyak yang tertarik. “Mungkin karena belum mencoba saja jadi kurang ada peminat sekarang ini,” beber dia.

Cara bermainnya, setiap pemain mendapat jatah tiga bola besi (bosi) yang harus dilemparkan sedekat mungkin dengan bola kayu (boka). Pelemparan bosi dilakukan di dalam lingkaran kecil (circle) yang jarak dengan boka yakni antara 6 sampai dengan 10 meter. Pemain yang bosinya paling dekat dengan boka akan mendapat poin. Pun, ketika ada pemain yang medapat poin 13 maka akan dinyatakan sebagai pemenang. (han/din)

Lainnya