SSB Mitra Buana Juara ISP

SSB Mitra Buana Juara ISP
CHAMPION: Para pemain SSB Mitra Buana merayakan keberhasilan menjadi juara Ikatan Sepakbola Purworejo (ISP) Turnamen 2021 Kelompok Umur 12 Tahun kemarin (4/1). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Sekolah Sepak Bola (SSB) Mitra Buana tampil sebagai juara Ikatan Sepakbola Purworejo (ISP) Turnamen 2021 Kelompok Umur 12 Tahun. Di laga final kemarin (4/1), tim dari dari Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, tersebut mengungguli SSB Bogowonto dengan skor tipis 1-0.

Juara ketiga diraih SSB Brawijaya. Di perebutan juara ketiga, SSB Brawijaya menang 4-0 atas SSB Bener United.

Ketua ISP Angko Setiyarso Widodo mengatakan, ISP merancang kompetisi dalam tiga level. Mulai kompetisi usia dini kelompok umur 11 tahun, 12 tahun, dan 13 tahun hingga kompetisi jenjang divisi I, divisi II, dan divisi utama.

Turnamen ini bisa terselenggara berkat kerja keras bersama. Di antaranya, direktur ISP FA, pengurus Askab PSSI Kabupaten Purworejo, managemenISP, manager dan coach SSB ISP FA se-Kabupaten Purworejo, serta pperator pusat maupun lokal. “Atas kerja keras dan doa serta dukungannya yang luar biasa, rangkaian kegiatan internal ISP Turnamen 2021 Kelompok Umur (KU 12) dapat berlangsung lancar,” ucapnya kemarin (4/4).

Ditegaskan, ISP punya basis pembinaan pemain lokal yang baik. Ini memunculkan optimisme mampu ikut liga profesional ISP 2023. Para pemain akan dihargai mahal ketika mampu masuk liga profesional.

ISP juga telah menggandeng Diklat Merden Banjarnegara yang sudah cukup dikenal mampu menorehkan tinta emas dalam ajang sepak bola antarakademi di dunia.

“Diklat Merden Banjarnegara berdiri 2013 dan kini sudah memiliki bank pemain sekitar 350 orang di seluruh Indonesia. Kami datangkan langsung direktur teknis Merden untuk menggarap SSB ISP FA. Ini bukti keseriusan ISP Purworejo,” tegasnya.

Ditambahkan, arah pengembangan ISP mengangkat tema ISP Menuju Liga Profesional 2023. SSB di setiap desa sudah didirikan dan mengikuti turnamen. Selain itu, diklat sepak bola ISP juga sudah dibagi menjadi tiga kegiatan pendidikan pokok harian yakni latihan setiap hari, sekolah formal di kelas khusus pemain sepak bola, dan pendidikan karakter.

“Kami sebut SSB ISP Football Academy dengan tenaga pelatih profesional lisensi AFC. Adapun pendanaan pembiayaan adalah mandiri dengan konsep industrialisasi sepak bola. Muaranya yakni klub profesional berbentuk perseroan terbatas. Selain itu, ISP juga akan menggandeng investor dan lembaga profesional yang khusus menyiapkan, menangani, dan mengawal kegiatan sampai tujuan,” ujarnya. (tom/amd)

Lainnya