Pandanrejo Layak Jadi Wajah dari Jogja

Pandanrejo Layak Jadi Wajah dari Jogja
BUKIT GAJAH: Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo melihat dari dekat Bukit Gajah, salah satu destinasi wisata di Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, kemarin (26/1). (Budi agung/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Fasilitas wisata di Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, mendapat perhatian khusus dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo. Dewan meminta Pemerintah Kabupaten Purworejo memberikan bantuan untuk peningkatan fasilitas di destinasi wisata.

Bantuan tersebut dinilai penting untuk menjadikan kawasan itu sebagai wajah kedatangan dari arah Jogjakarta. Khususnya, dari Kabupaten Kulonprogo.

Seluruh anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo mengunjungi destinasi wisata di Desa Pandanrejo kemarin (26/1). Kunjungan ini dalam rangka kegiatan pengawasan dalam daerah. Mereka di dampingi Kabid Pengembangan Kapasitas dan Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo Dyah Woro Setyaningsih.

“Kami pastikan Pandanrejo akan mendapatkan ini (bantuan dana). Kami akan memanfaatkan pokok pikiran yang ada di DPRD untuk hal itu,” tegas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo R. Abdullah.

Menurutnya, dewan menilai Desa Pandanrejo sudah layak menjadi tujuan wisata. Dibandingkan dengan desa wisata lain di Bumi Berirama, Desa Pandanrejo memiliki banyak keunggulan.

“Pandanrejo relatif potensi. Dibandingkan dengan yang lain, Pandanrejo memiliki banyak keunggulan dan secara geografis menguntungkan,” tambah Abdullah.

Disebutkan, Desa Pandanrejo berada di perbatasan dengan Kulonprogo. Wilayah yang masuk Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta tersebut juga memiliki banyak tempat wisata.

Desa Pandanrejo layak salah satu pilihan. Pesona yang ditawarkan lebih dari satu hal. Pengunjung bisa menghabiskan waktu lebih lama di tempat itu.
“Kami melihat dari dekat potensi yang ada seperti Gunung Gajah. Di mana, bisa menikmati alam dan hutan,” tambahnya.

Potensi lainnya adalah Goa Sibutrong. Goa ini memiliki panorama menarik. Konon, goa ini menjadi tempat tinggal aneka hewan seperti harimau, ular, landak, dan lainnya.

Selain itu, adan Tuk Mataram. Tuk ini merupakan mata air yang tidak pernah mati dan konon airnya mengalir hingga Jogjakarta.

“Jadi orang menyebut tempat itu sebagai Tuk Mataram,” ungkapnya.
Abdullah juga mengaku terpesona dengan pengembangan kambing Kaligesing yang dilakukan masyarakat. Kambing jenis ini menjadi identitas lokal Kabupaten Purworejo yang memiliki nilai jual tinggi.

“Warga di sana mengembangkan kambing sudah menjadi kesehariannya. Bahkan, ada kambing juara nasional dan pemiliknya mengaku tidak akan menjualnya karena tidak ingin gen kambing terbaik itu keluar dari Purworejo,” tambahnya.

Dari sisi sumber daya manusia, Abdullah menilai seluruh komponen masyarakat dari berbagai kelompok umur terlibat dalam pengembangan. Dia yakin seluruh elemen sudah siap untuk mengembangkan desa menjadi lebih maju.

Sementara itu, Dyah Woro mengaku selama ini bantuan pariwisata untuk desa lebih banyak dikuncurkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Adapun bantuan dari pemkab lebih pada pengembangan sumber daya manusianya.
“Memang Pandanrejo amat lengkap untuk jadi tempat wisata, ya. Selama ini kami pun mendorong dan memberikan pendampingan untuk penyiapan SDM-nya,” kata Woro.

Dia mengaku bersyukur anggora dewan siap membantu pengembangan potensi wisata. Hanya saja, sebaiknya bantuan yang diberikan diarahkan untuk fasilitas amenitas, fasilitas pendukung demi kelancaran kegiatan pariwisata yang sekaligus untuk memberikan kenyamanan wisatawan. Hal ini akan semakin menguatkan potensi di Desa Pandanrejo. (udi/amd)

Lainnya